Begini Cara Kompetitor Mencuri Pelanggan Anda

Categories Software, Rekomendasi, TutorialPosted on
Begini Cara Kompetitor Mencuri Pelanggan Anda 1 - ARMANTOP.WEB.ID

The money is in the list

The money is in the list, katanya wong londo sih begitu.

Dan Kalau memang anda sudah berkecimpung cukup lama di bisnis apa pun, maka sudah pasti anda setuju dengan jargon populer tersebut.

Dengan memiliki list, atau database prospek dan pelanggan, kita seperti memiliki pohon uang yang bisa kita panen setiap saat.

Saat ada event promosi atau produk baru kita tidak perlu jor-joran keluar duit untuk iklan.

Nah, sekarang bayangkan jika list yang sudah kita kumpulkan dengan susah payah, dicuri dengan mudahnya oleh kompetitor kita!

Bahaya ini mengintai para pelaku bisnis yang menggunakan WhatsApp group sebagai platform untuk mengelola list prospek dan pelanggan.

Apakah Anda masih menggunakan WhatsApp group untuk mengedukasi pelanggan Anda?

Atau bahkan benar2 menggunakan WA group sebagai sarana promosi ke pelanggan?

Simpel soalnya. Tinggal ketik pesan sekali, kirim, beres.

Nggak perlu kirim satu per satu. Keriting nanti jempol!

Memang gampang n nggak ribet, tapi itu menempatkan bisnis Anda dalam resiko yang nggak perlu.

WA Group adalah Akses Bagi Kompetitor untuk Mencuri Pelanggan

Karena WA group merupakan salah satu akses bagi kompetitor untuk mencuri data pelanggan Anda!

Bagaimana cara kompetitor mencuri pelanggan Anda?

Yang perlu mereka lakukan adalah beli produk Anda, kemudian Anda masukkan nomor dia ke dalam group, dan dia pun dengan leluasa menyedot data pelanggan Anda di group tersebut.

Teknis cara melakukannya InsyaaAllah akan dibahas di artikel terpisah.

Ah, pelanggan saya udah banyak mas. Satu group paling banyak cuma 250 orang. Cuma sepersekian aja itu. Lagi pula pesaing saya bisa apa dengan nomor2 wa pelanggan saya. Mau kirim pesan spam? Nggak laku mas, direport iya akun WA nya.

Kalau saya jadi malingnya

Kalau saya jadi malingnya.

Bermodalkan 200 nomor WA tersebut. Saya bukan hanya akan berpromosi ke 200 nomor itu.

Tapi juga akan membangun profil audience dari 200 nomor tersebut dan memberondong mereka dengan penawaran spesial.

Jadi saya bukan hanya berpotensi untuk mengambil pelanggan Anda, tetapi juga mendapat pelanggan baru dengan tipikal profil yang sangat mungkin dan seharusnya menjadi pelanggan Anda juga.

Atau bahkan mungkin dalam profil audience tersebut bisa jadi ada pelanggan Anda yang ada di group-group lain.

Bagaimana? Ngeri kan?

Ngeri-ngeri sedap juga ya Gan. Ada solusinya nggak ya?

Tidak Lagi Menggunakan WA Group?

Solusinya tentu saja dengan tidak lagi menggunakan WA group sebagai sarana untuk mengedukasi prospek, downline dan pelanggan.

Tentu saja tanpa harus capek mengirimkan pesan satu per satu ke mereka secara manual.

Alhamdulillah, saya sudah menemukan software yang memungkinkan saya untuk meng-automasi proses tersebut.

Bayar gan?

Ya iya lah.

Masa solusi bisnis yang bisa menyelamatkan jutaan omset dan profit Anda nggak bayar.

Tapi tenang, Anda nggak harus merogoh kocek dalam-dalam.

Harganya bahkan bisa jadi hanya seharga makan siang Anda. (Tapi memang tergantung Anda makan siangnya di mana 😁)

Saya beli aplikasi ini dengan harga USD $36. Atau Rp 540K dengan kurs 15K/USD.

Karena aplikasi ini sangat-sangat bermanfaat. Saya memutuskan untuk menjadi reseller aplikasi tersebut. Dan kabar gembiranya Anda nggak perlu bayar 540K untuk aplikasi tersebut.

Biar saya aja yang bayar segitu. Walau saya tahu Anda juga sanggup dan kuat.

Jadi, berapa Gan harganya?

Detail dan harga silakan ke sini aja Gan.

Solusi Pengganti

Apa aja yang bisa dilakukan aplikasi ini?

Saya nggak akan bahas semua fiturnya di sini, tapi saya akan bahas sesuai dengan artikel ini, yaitu melindungi list kita dari maling.

Untuk fitur lainnya bisa lihat di halaman penjualan.

Salah satu fitur jagoan dari software ini adalah kemampuan mengirim pesan japri secara massal.

Dan karena antar muka aplikasi ini sederhana dan nggak ribet, mengeksekusinya pun mudah.

Cukup tiga langkah!

  1. Load database (list) pelanggan/prospek dalam format file teks (.txt) atau .csv
  2. Ketik pesan yang ingin dikirimkan. Atau upload media dan atau dokumen yang ingin Anda sertakan.
  3. Klik tombol “Kirim”, atau klik “Jadwalkan” untuk mengirim sesuai jadwal yang kita tetapkan.

Selesai deh.

Apa nggak bahaya tuh Gan, ngirim pesen massal yang isinya sama ke banyak orang?

Alhamdulillah. Solusinya juga sudah disediakan oleh software ini. Mulai dari random sending delay, personalisasi pesan (ada 7 variabel), random tag, spyntax, dll.

Bingung?

Tenang. Nanti ada artikel khusus untuk penjelasan detail dan cara penggunaannya.

Tetapi..

Kami tetap tidak bisa menjamin bahwa nomor Anda bakal aman dari banned.

Namun demikian kami akan ajarkan juga pada Anda bagaimana bisa memiliki 11 akun WhatsApp hanya dengan menggunakan 1 sim card.

Jadi, Anda akan punya cukup pasukan pengirim pesan.

Cara Kompetitor Mencuri Pelanggan AndaSo, buat yang ingin mengamankan asset berharga bisnisnya. Silakan download softwarenya di sini.

 

Hamba Allah. Pencinta Rasulullah SAW. Mahasiswa abadi Universitas Kehidupan Semesta. Katanya sih blogger, tapi yang jelas bukan pakar internet marketing. Oh iya ..., Tukang t-shirt :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *